Sekian tahun berumah tangga, istri tercinta tak setuju Keman meneruskan profesinya. Alasannya, jadi kondektur bus sering pulang malam. Tahun 1970, Keman memilih jualan Soto, sekaligus meneruskan profesi ayahnya yang jual soto secara keliling. Ia sering membantu ayahnya jualan setelah putus sekolah. "Saya hanya sampai kelas 5 SR. Orang tua sudah tak mampu membiayai sekolah atau membeli pakaian," kenang Keman seraya mengatakan, saat itu ibunya menjadi abdi di kraton Solo.
Seperti ayahnya, Keman juga memulai usaha dengan cara berkeliling. Dari rumah kontrakannya, ia memikul angkring sampai Kampung Baluwarti di dekat Kraton Solo. Setiap hari, ia berangkat pukul 07.00 dan sampai di rumah pukul 10.00. "Jika dagangan masih, saya melanjutkan jualan di rumah dibantu istri. Kalau pagi, istri saya sibuk mengurusi anak sekolah."
Keman berkeliling sampai tahun 1989. Akhirnya Keman memilih tempat jualan di Jln. Veteran. "Saya tak lagi jualan soto pada siang hari. Pengalaman mengajarkan, dagang malam hari lebih banyak pembelinya," lanjut Keman. Tentu saja bukan hanya karena faktor malam hari soto Keman diminati pembeli. Ia mempunyai resep jitu. Salah satunya, aroma kuah soto terasa lain.
KLIK - Detail Apa resepnya? "Saya memasaknya menggunakan kuali. Sudah gitu, harus pakai kayu bakar. Nah, agar lebih mantap, saya tetap pakai daging sapi. Sebagai pelengkap, saya tambah tauge, seledri, dan tomat," kata Keman. Resep ini ternyata laris manis.
"Sekarang, tiap malam saya butuh air 1,5 kuali. Satu kuali kira-kira berisi 2,5 ember."
Begitu larisnya, usaha Keman jauh lebih sukses ketimbang ayahnya. Ia sanggup menabung dan tahun 1990 ia mampu membeli tanah dengan harga Rp 300 ribu per meter di Serengan. Beberapa tahun kemudian, ia sanggup membangun rumah di atas tanah berukuran 6 x 17 meter itu. "Sangat bahagia bisa punya rumah," lanjut Keman.
Keman membayangkan betapa sulitnya ketika masih kontrak rumah. "Dulu bingung kalau rumah tidak boleh diperpanjang kontraknya. Saya, kan, harus nyari rumah lain. Pokoknya, sekarang sudah tenang. Lebih senang lagi, dari hasil jualan soto, saya bisa menyekolahkan lima anak saya," jelas Keman bangga. (Nostalgia.tabloidnova.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Steak
Senin, 15 November 2010
All Guide about Dim Sum
Dim Sum, a wonderfully tasty Chinese tradition goes as far back as the ancient Silk Road. In those days, dim sum was associated with another tradition called yum cha, or a tea tasting. Yum cha came about when weary travelers atop camels needed a place to rest and replenish themselves. Because of this, many teahouses were soon established all along various roadsides. Yum cha originally did not come with food, because it was believed that tea combined with food would cause disproportionate weight gain. However, when tea was later discovered to actually help with digestion problems, teahouses began to add many different types of snacks for people who stopped by. Although dim sum originally started off as snack food, it quickly popularized and became a unique, and most often times loud experience.
The actual emergence of dim sum as a culinary feat originated in southern China with the Cantonese. In China, dim sum can be served as early as six in the morning, and many people wake up this early to be first in line to try the tasty treats that they offer. Dim sum restaurants usually close by mid afternoon and do not reopen for dinner, as was the tradition many, many years ago. The style of dim sum restaurants is very unique because instead of one waiter taking our order, many waiters push carts with various dim sum items around the restaurant, and you pick and choose from these carts.
Salty and savory snacks like shu mai, dumplings of every flavor imaginable, and cha siu bao are offered. Shu mai (literally "cook and sell dumplings") can be vegetarian or made with meat, and they are wrapped with gyoza wrappers and steamed. Dumplings come in pork, shrimp, crab, and vegetable flavors, and are either made with a thick, rice flour dumpling wrapper or a translucent wheat starch wrapper.
These translucent dumpling wrappers are very difficult to cook precisely, but their flavor along with the dumpling filling is quite satisfying. Cha siu bao are buns with cha siu pork, a sweet and salty barbecued pork cooked into them. For dessert, you can indulge in egg custard tarts, a creamy and delicious treat, mango pudding, sesame seed balls, or red bean paste buns. An exceptionally delicious Chinese dessert is the dou fu hua, which is a soft tofu served in a sweetened ginger flavored soup. For the more adventurous, a dish called "Phoenix Talons" is also served at dim sum restaurants. These are in actuality chicken feet. They are deep-fried, boiled, and sometimes marinated with black bean sauce. They are very tender, and many people enjoy them once they get over the initial shock factor of the chicken feet.
This Asian delicacy has spread across the Atlantic and Pacific Oceans and is now available in various countries throughout the world. It is an especially popular type of food in America, where Americans can get a taste of the delicacies and oddities of the Chinese cuisine. Just remember to get to a restaurant early, because they get busy fast! (Charles bloom - article alley)
See also :
Burger King
Sour Sally
The actual emergence of dim sum as a culinary feat originated in southern China with the Cantonese. In China, dim sum can be served as early as six in the morning, and many people wake up this early to be first in line to try the tasty treats that they offer. Dim sum restaurants usually close by mid afternoon and do not reopen for dinner, as was the tradition many, many years ago. The style of dim sum restaurants is very unique because instead of one waiter taking our order, many waiters push carts with various dim sum items around the restaurant, and you pick and choose from these carts.
Salty and savory snacks like shu mai, dumplings of every flavor imaginable, and cha siu bao are offered. Shu mai (literally "cook and sell dumplings") can be vegetarian or made with meat, and they are wrapped with gyoza wrappers and steamed. Dumplings come in pork, shrimp, crab, and vegetable flavors, and are either made with a thick, rice flour dumpling wrapper or a translucent wheat starch wrapper.
These translucent dumpling wrappers are very difficult to cook precisely, but their flavor along with the dumpling filling is quite satisfying. Cha siu bao are buns with cha siu pork, a sweet and salty barbecued pork cooked into them. For dessert, you can indulge in egg custard tarts, a creamy and delicious treat, mango pudding, sesame seed balls, or red bean paste buns. An exceptionally delicious Chinese dessert is the dou fu hua, which is a soft tofu served in a sweetened ginger flavored soup. For the more adventurous, a dish called "Phoenix Talons" is also served at dim sum restaurants. These are in actuality chicken feet. They are deep-fried, boiled, and sometimes marinated with black bean sauce. They are very tender, and many people enjoy them once they get over the initial shock factor of the chicken feet.
This Asian delicacy has spread across the Atlantic and Pacific Oceans and is now available in various countries throughout the world. It is an especially popular type of food in America, where Americans can get a taste of the delicacies and oddities of the Chinese cuisine. Just remember to get to a restaurant early, because they get busy fast! (Charles bloom - article alley)
See also :
Burger King
Sour Sally
Enaknya Sate Madura
Sate Madura umumnya adalah Sate ayam yang diberi sambal berupa saus kacang. Namun di Madura sendiri kadangkala yang dipakai bukanlah saus kacang namun saus atau sambal kemiri. Selain itu seringkali arang pembakaran Sate ini sering ditaburi dengan jeruk limau.
Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun.
Sate Madura biasanya terbuat dari ayam. Madura selain terkenal sebagai pulau garam, juga terkenal dengan Sate-nya. Sate madura sudah terkenal di seluruh Nusantara, Sate Madura dapat ditemukan hampir di semua daerah khususnya di kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Konon di Madura sendiri Sate susah dicari. Tetapi selain ayam sebagai bahan utama Sate juga ada yang menggunakan kambing yang ditandai dengan digantungnya bagian kaki belakang si kambing di rombong sang penjual Sate. Bumbunya adalah campuran kacang yang ditumbuk halus petis dan sedikit bawang merah. Memanggangnya dengan api dari batok kelapa yang dihanguskan lebih dulu yang disebut dengan arang batok kelapa. Rasanya gurih tapi dipantangkan kepada mereka yang berkolesterol tinggi dan yang pengidap asam urat akut.
Sate Madura umumnya adalah Sate ayam yang diberi sambal berupa saus kacang. Namun di Madura sendiri kadangkala yang dipakai bukanlah saus kacang namun saus atau sambal kemiri. Selain itu seringkali arang pembakaran Sate ini sering ditaburi dengan jeruk limau.
Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun. (wapedia.mobi)
Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa
Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun.
Sate Madura biasanya terbuat dari ayam. Madura selain terkenal sebagai pulau garam, juga terkenal dengan Sate-nya. Sate madura sudah terkenal di seluruh Nusantara, Sate Madura dapat ditemukan hampir di semua daerah khususnya di kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Konon di Madura sendiri Sate susah dicari. Tetapi selain ayam sebagai bahan utama Sate juga ada yang menggunakan kambing yang ditandai dengan digantungnya bagian kaki belakang si kambing di rombong sang penjual Sate. Bumbunya adalah campuran kacang yang ditumbuk halus petis dan sedikit bawang merah. Memanggangnya dengan api dari batok kelapa yang dihanguskan lebih dulu yang disebut dengan arang batok kelapa. Rasanya gurih tapi dipantangkan kepada mereka yang berkolesterol tinggi dan yang pengidap asam urat akut.
Sate Madura umumnya adalah Sate ayam yang diberi sambal berupa saus kacang. Namun di Madura sendiri kadangkala yang dipakai bukanlah saus kacang namun saus atau sambal kemiri. Selain itu seringkali arang pembakaran Sate ini sering ditaburi dengan jeruk limau.
Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun. (wapedia.mobi)
Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa
Minggu, 14 November 2010
Ice cream penyebab Gigi Berlubang?
Akibat komposisinya yang sarat akan energi, protein, dan lemak, terutama lemak jenuh, Ice cream kerap dituding sebagai biang keladi penyebab gigi berlubang atau diabetes.
Penyebab Gigi Berlubang
Penyebab utama terjadinya gigi berlubang adalah difermentasinya sisa-sisa karbohidrat, terutama gula sederhana, yang tertinggal dan menempel pada gigi. Fermentasi yang dilakukan oleh bakteri-bakteri dalam mulut adalah mengubah gula menjadi asam-asam organik yang dapat melubangi gigi dalam jangka waktu lama.
Fermentasi dapat terjadi pada segala jenis karbohidrat. Dengan demikian, makanan apa pun yang mengandung karbohidrat berpotensi untuk menyebabkan gigi berlubang.
Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gigi berlubang adalah dengan menjaga kebersihan mulut dan rajin menggosok gigi, minimal dua kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur. Gosok gigi atau berkumur air putih sangat dianjurkan untuk dilakukan setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat atau yang manis, termasuk Ice cream.
Penyebab Diabetes
Diabetes melitus adalah suatu kondisi pankreas tidak depat menghasilkan insulin yang cukup bagi tubuh atau berhenti menghasilkan insulin sama sekali. Kekurangan insulin menyebabkan glukosa di dalam darah tidak dapat dikonversi menjadi glikogen atau diserap sel-sel tubuh yang membutuhkan energi.
Dalam ilmu kesehatan, skala yang digunakan untuk mengukur signifikasi efek yang ditimbulkan makanan terhadap penderita diabetes disebut sebagai indeks glisemik. Indeks glisemik (IG) adalah peringkat individual makanan berdasarkan efeksnya terhadap kadar glukosa darah, yang berhubungan dengan waktu pencernaan dan penyerapannya.
IG dari makanan tergantung dari komposisinya, seperi lemak, protein, karbohidrat, dan serat pangan. Makanan berkabohidrat tinggi umumnya memiliki IG tinggi, yang berarti cepat meningkatkan kadar glukosa darah. Penderita diabetes selalu disarankan tidak mengonsumsi makanan yang memiliki IG tinggi agar kadar glukosa darahnya tetap terkendali.
IG memiliki nilai berkisar antara 0 hingga 100 dan diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan yaitu tinggi (lebih dari 70), sedang (antara 56-69) dan rendah (kurang dari 55). Makanan yang termauk ber IG tinggi adalah: roti tawar, sari buah segar, sereal sarapan, kentang, kurma, dan pisang. Makanan yang tergolong ber-IG sedang adalah madu, selai, dan kentang yang baru dipanen. Makanan ber-IG rendah adalah buah-buahan, seperti apel, aprikot, ceri, ganggur, jeruk, pear, dan peach, jagung manis, ubi jalar dan kacang-kacangan.
Ice cream merupakan makanan yang mengandung 14-16 persen glukosa. Jumlah yang cukup besar dibandingkan makanan lainnya. Namun, interaksi komponen-komponen di dalamnya menghasilkan Ice cream sebagai makanan yang ber-IG antara 55-57. Berarti Ice cream termasuk makanan ber IG rendah hingga sedang, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes asalkan dalam jumlah wajar. Ice cream tidak memiliki aktivitas peningkatan glukosa darah yang cepat seperti roti, nasi, atau umbi-umbian. (EurekaIndonesia)
Lihat juga :
Soto
Wine
Dim Sum dan Makanan Dari Cina
Dim Sum adalah nama untuk sebuah masakan Cina yang melibatkan berbagai hidangan ringan disajikan bersama teh Cina. Yum cha (harfiah "minum teh") adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan seluruh pengalaman bersantap, terutama di Kanton kontemporer. Hal ini biasanya disajikan di pagi hari sampai tengah hari waktu di restoran Cina dan di restoran-restoran Dim Sum khusus di mana hidangan khas tersedia sepanjang hari. Hidangan datang dalam porsi kecil dan mungkin termasuk daging, seafood, dan sayuran, serta makanan penutup dan buah. Item biasanya disajikan dalam keranjang kapal kecil atau di piring kecil.
Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua dari Yum Cha (minum teh), yang berakar pada wisatawan di Jalan Sutra kuno membutuhkan tempat untuk beristirahat. Jadi kedai-kedai teh berdiri di sepanjang pinggir jalan. petani Pedesaan, kelelahan setelah bekerja keras di ladang, juga akan pergi ke rumah minum teh untuk bersantai sore teh. Pada awalnya, itu dianggap pantas untuk menggabungkan teh dengan makanan, karena orang percaya hal itu akan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan. Orang-orang kemudian menemukan bahwa teh dapat membantu dalam pencernaan, sehingga pemilik kedai teh mulai menambahkan berbagai makanan ringan.
Seni kuliner unik Dim Sum berasal dengan Kanton di Cina bagian selatan, yang selama berabad-abad berubah Yum Cha dari tangguh santai untuk pengalaman bersantap yang keras dan bahagia. Di Hong Kong, dan di sebagian besar kota-kota di provinsi Guangdong, Cina banyak restoran Dim Sum mulai menjabat sebagai seawal lima pagi. Ini adalah tradisi bagi orang tua untuk berkumpul untuk makan Dim Sum setelah latihan pagi, sering menikmati koran pagi. Bagi banyak di Cina selatan, yum cha diperlakukan sebagai hari keluarga akhir pekan. Konsisten dengan tradisi ini, restoran Dim Sum biasanya hanya melayani Dim Sum sampai sore hari (kanan sekitar waktu istirahat 3 jam kopi tradisional Barat), dan melayani jenis lain masakan Kanton di malam hari. Saat ini, berbagai item Dim Sum bahkan dijual sebagai take-out untuk siswa dan pekerja kantor di perjalanan.
Tradisional Dim Sum termasuk berbagai jenis roti dikukus seperti baau Siu cha, kue dan nasi mie gulungan china Dim Sum (menyenangkan Cheong), yang berisi berbagai bahan, termasuk daging sapi, ayam, babi, udang dan pilihan vegetarian. Banyak restoran Dim Sum juga menawarkan piring sayuran hijau dikukus, daging panggang, bubur bubur dan sup lainnya. dim sum Dessert juga tersedia dan banyak tempat menawarkan telur adat tart. Setelah makan di warung teh Cina atau restoran Dim Sum dikenal sebagai yum cha, secara harfiah "minum teh", seperti teh biasanya disajikan dengan Dim Sum. Dim Sum bisa dikukus dan digoreng, di antara metode lain. Melayani ukuran biasanya kecil dan biasanya menjabat sebagai potongan tiga atau empat dalam satu piring. Ini adalah adat dengan gaya urutan keluarga, piring berbagi di antara semua anggota partai makan. Karena porsi kecil, orang bisa mencoba berbagai macam makanan. (Bestchinesefoodmenu)
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua dari Yum Cha (minum teh), yang berakar pada wisatawan di Jalan Sutra kuno membutuhkan tempat untuk beristirahat. Jadi kedai-kedai teh berdiri di sepanjang pinggir jalan. petani Pedesaan, kelelahan setelah bekerja keras di ladang, juga akan pergi ke rumah minum teh untuk bersantai sore teh. Pada awalnya, itu dianggap pantas untuk menggabungkan teh dengan makanan, karena orang percaya hal itu akan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan. Orang-orang kemudian menemukan bahwa teh dapat membantu dalam pencernaan, sehingga pemilik kedai teh mulai menambahkan berbagai makanan ringan.
Seni kuliner unik Dim Sum berasal dengan Kanton di Cina bagian selatan, yang selama berabad-abad berubah Yum Cha dari tangguh santai untuk pengalaman bersantap yang keras dan bahagia. Di Hong Kong, dan di sebagian besar kota-kota di provinsi Guangdong, Cina banyak restoran Dim Sum mulai menjabat sebagai seawal lima pagi. Ini adalah tradisi bagi orang tua untuk berkumpul untuk makan Dim Sum setelah latihan pagi, sering menikmati koran pagi. Bagi banyak di Cina selatan, yum cha diperlakukan sebagai hari keluarga akhir pekan. Konsisten dengan tradisi ini, restoran Dim Sum biasanya hanya melayani Dim Sum sampai sore hari (kanan sekitar waktu istirahat 3 jam kopi tradisional Barat), dan melayani jenis lain masakan Kanton di malam hari. Saat ini, berbagai item Dim Sum bahkan dijual sebagai take-out untuk siswa dan pekerja kantor di perjalanan.
Tradisional Dim Sum termasuk berbagai jenis roti dikukus seperti baau Siu cha, kue dan nasi mie gulungan china Dim Sum (menyenangkan Cheong), yang berisi berbagai bahan, termasuk daging sapi, ayam, babi, udang dan pilihan vegetarian. Banyak restoran Dim Sum juga menawarkan piring sayuran hijau dikukus, daging panggang, bubur bubur dan sup lainnya. dim sum Dessert juga tersedia dan banyak tempat menawarkan telur adat tart. Setelah makan di warung teh Cina atau restoran Dim Sum dikenal sebagai yum cha, secara harfiah "minum teh", seperti teh biasanya disajikan dengan Dim Sum. Dim Sum bisa dikukus dan digoreng, di antara metode lain. Melayani ukuran biasanya kecil dan biasanya menjabat sebagai potongan tiga atau empat dalam satu piring. Ini adalah adat dengan gaya urutan keluarga, piring berbagi di antara semua anggota partai makan. Karena porsi kecil, orang bisa mencoba berbagai macam makanan. (Bestchinesefoodmenu)
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
What is Maki Sushi?
Maki refers to any type of Sushi which is made in a roll with Sushi rice, toasted seaweed nori, and various fillings. The word maki means “roll,” and most people who have eaten Sushi have consumed maki in some form or another. Some forms of maki, such as uramaki, are complex, requiring the attention of a skilled chef. Others such as temaki are very easy to make, and frequently eaten at home and at social gatherings.
Maki Sushi comes in several varieties, depending on how thick the roll is and how the roll is constructed. The most common form is hosomaki, or thin rolls. Thin rolls are made by making a small strip of Sushi rice and one or two ingredients along one edge of a sheet of nori and then rolling it up tightly to form a slender roll. Hosomaki is cut into small pieces before serving, and is usually served on a platter with several other types of Sushi for contrast. Common hosomaki types include cucumber rolls, carrot rolls, and tuna rolls.
Thicker maki is called futomaki, which means “fat roll.” Futomaki is usually made with multiple ingredients, and can be as much as one and one half inches (four centimeters) in diameter. Futomaki is often made vegetarian, and commonly includes ingredients like sprouts, fried eggs, and daikon radish. Usually futomaki is cut before it is served, although it is also served in the form of whole rolls at some traditional festivals.
Uramaki is an inside out roll, meaning that the Sushi rice is on the outside. Uramaki is made by layering a piece of nori with Sushi rice and then flipping it over to line the bottom edge of the other side with ingredients. Then the maki is rolled up, and usually dipped in garnishes like fish roe or sesame seeds. Uramaki is actually more common outside of Japan, and includes famous Sushi such as California and Philadelphia rolls. (wise geek)
See also:
Burger King
Steak
Jumat, 12 November 2010
Do you know calories in Wine?
Want to know how many calories in a glass of Wine? Red wine, white wine, dessert wine are some of the most popular types of wine. Calories in these and some more types of wines are discussed below. Read on to know average calories in a glass of wine.
Wine is considered as the perfect drink when it comes to celebrating some special moments. The alcohol content of wine varies from 10% to 14%. It is easy to understand that higher the alcohol content, higher will be the calories in a glass of wine. Wine makers collect the grapes, crush them and add yeast to them which activates the process of fermentation. Yeast is the medium used to convert the sugar and oxygen in the grape juice into ethyle alcohol. The final product obtained is known as 'wine' which is nothing but a mixture of water, alcohol and grape flavors. Water contains zero calories. Grape flavor constitutes a very small percentage of the whole wine. Therefore, if the question 'how many calories in a glass of wine' is lingering in your mind, you need to check the wine alcohol content. Here is the required information regarding calories in wine.
Average Calories in a Glass of Wine
The quantity of wine in a glass may vary according to the types of wine glasses, therefore standard measurements are used to describe the calories in wine. The following table describes red wine calories per glass.
Note: 1 glass of wine = 5 fl. oz. And 115 ml. = 4 fl. oz.
If the question 'how many calories in a large glass of wine' is haunting you, then the answer is, "a large glass of wine will contain approximately double calories." For example, if a normal glass (4 oz. or 115 ml.) of sweet red wine contains 100 calories, then a large glass of red wine (approx. 8 oz.) would contain approximately 200 calories. Similarly, the answer of the question 'how many calories in a cup of wine' will depend upon the size of the cup. It is better to consider calories in given milliliters or ounces of wine than to think about 'how many calories in a glass of wine or cup of wine'.
Wine nutrition facts may vary according to the types. It is difficult to explain the exact number of calories present in innumerable types of wines. Therefore I have mentioned average calories in some popular types of wines. I hope you find the above information regarding 'how many calories in a glass of wine' helpful. (Leena Palande - buzzle)
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Wine is considered as the perfect drink when it comes to celebrating some special moments. The alcohol content of wine varies from 10% to 14%. It is easy to understand that higher the alcohol content, higher will be the calories in a glass of wine. Wine makers collect the grapes, crush them and add yeast to them which activates the process of fermentation. Yeast is the medium used to convert the sugar and oxygen in the grape juice into ethyle alcohol. The final product obtained is known as 'wine' which is nothing but a mixture of water, alcohol and grape flavors. Water contains zero calories. Grape flavor constitutes a very small percentage of the whole wine. Therefore, if the question 'how many calories in a glass of wine' is lingering in your mind, you need to check the wine alcohol content. Here is the required information regarding calories in wine.
Average Calories in a Glass of Wine
The quantity of wine in a glass may vary according to the types of wine glasses, therefore standard measurements are used to describe the calories in wine. The following table describes red wine calories per glass.
Note: 1 glass of wine = 5 fl. oz. And 115 ml. = 4 fl. oz.
If the question 'how many calories in a large glass of wine' is haunting you, then the answer is, "a large glass of wine will contain approximately double calories." For example, if a normal glass (4 oz. or 115 ml.) of sweet red wine contains 100 calories, then a large glass of red wine (approx. 8 oz.) would contain approximately 200 calories. Similarly, the answer of the question 'how many calories in a cup of wine' will depend upon the size of the cup. It is better to consider calories in given milliliters or ounces of wine than to think about 'how many calories in a glass of wine or cup of wine'.
Wine nutrition facts may vary according to the types. It is difficult to explain the exact number of calories present in innumerable types of wines. Therefore I have mentioned average calories in some popular types of wines. I hope you find the above information regarding 'how many calories in a glass of wine' helpful. (Leena Palande - buzzle)
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Langganan:
Postingan (Atom)

